Selasa, 18 Oktober 2011


Kunjungan Kedua Pak Bupati di Yogyakarta

Drs. Henrikus, M.Si: PSBDK IX Harumkan Dayak dan Angkat Eksistensi Ketapang



Pada tanggal 18-23 Oktober 2011 lalu, untuk kedua kalinya Bupati Henrikus mengunjungi mahasiswanya di Yogyakarta. Beliau beserta rombongan datang ke Kota Pelajar untuk menyaksikan secara langsung kegiatan Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK) IX. Disela-sela kunjungannya, Pelindung Forum Bedayong sekaligus Pelindung Panitia PSBDK IX 2011 ini menyempatkan diri untuk bertemu dengan mahasiswa Ketapang di Hotel Pose In (23/11/2011). Pertemuan ini hadiri oleh Ketua Bedayong Fornestor Mindaw bersama beberapa pengurus lainnya, Ketua Panitia PSBDK IX Darwis Alfonsus, dan Ketua Sekretariat Bersama Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat Liberto Een.

Bupati didampingi oleh beberapa pejabat eksekutif Ketapang diantaranya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Heronimus Tanam, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syamsu Akhyar, Kepala  Dinas Perkebunan Lukas Lawun, Kepala Kantor Kesbangpol Donatus Gaza, Sekretaris Dinas Pendidikan Henrikus Jahilin dan Kabag Kepegawaian Dinas Pendidikan Philipus Kaleh menyampaikan beberapa hal terkait perhatian Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap mahasiswa di Yogyakarta. Diantaranya mengenai PSBDK IX yang diselenggarakan Forum Bedayong. Beliau merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Forum Bedayong yang telah sukses melaksanakan acara PSBDK IX. Menurut beliau, PSBDK IX tidak hanya bertujuan mengharumkan nama suku Dayak di Kalimantan, tetapi  mampu mengangkat eksistensi Kabupaten Ketapang.

“Walaupun saya tidak sempat hadir karena kegiatan dinas dan cuaca buruk, namun saya terus memantau keberlangsungan kegiatan ini via telepon”, ungkap Pak Bupati yang sebelum dijadwalkan membuka dan menutup acara PSBDK IX. Jadwal tersebut bertepatan dengan acara pemberangkatan calon Jemaah Haji dari Kabupaten Ketapang dan cuaca yang tidak bersahabat menunda  jadwal penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Darwis Alfonsus Ketua Panitia PSBDK IX menjelaskan secara garis besar hasil kerja panitia sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap acara PSBDK IX tahun 2011. Hal senada disampaikan Ketua Bedayong, Fornestor Mindaw. “15 tahun Bedayong berdiri sebagai forum yang mengayomi mahasiswa Ketapang di Yogyakarta, belum pernah menerima dukungan dan kepercayaan sebesar ini dari Pemerintah Kabupaten Ketapang”, ungkap Mindaw.

Selain berkomentar masalah PSBDK IX, Bupati Ketapang memaparkan berbarapa hal terkait perkembangan Kabupaten Ketapang saat ini. Beliau beserta jajaran pemerintah kabupaten berkomitmen untuk memajukan Ketapang melalui peningkatan pembangunan di segala bidang. Beliau juga sempat menyinggung beberapa LSM yang tidak berpihak kepada masyarakat. Tugas utama LSM adalah mengayomi bukan membohongi masyarakat. Dalam kesempatan itu juga, Pak Bupati berencana menyelaraskan acara PSBDK IX karya mahasiswa di Yogkarta dengan program Pemerintah Kabupaten Ketapang. Beliau akan membangun “panggung pertunjukan rakyat” di halaman  Pendopo Bupati yang kedepannya dapat dijadikan tempat pertunjukan kesenian dan tradisi. Di sekitar panggung dibangun juga tempat untuk berbagai acara seperti pameran kerajinan, permainan rakyat dan sebagainya. “Kita berharap langkah awal ini bisa menarik minat para wistawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Ketapang sehingga ada sebuah keberlanjutan dari acara yang sudah kita laksanakan di Yogyakarta”, ungkap mantan wakil bupati Ketapang periode 2005-2010.

Beberapa pengurus Bedayong yang hadir dalam pertemuan tersebut juga mendapat kesempatan untuk bertanya mengenai berbagai hal berkaitan dengan organisasi Bedayong. Seperti yang ditanyakan oleh Dewan Perwakilan Forum Wihelmus Wandre mengenai pembangunan asrama mahasiswa Kabupaten Ketapang di Yogyakarta. Dari penjelasan yang disampaikan Bupati Ketapang, pemkab Ketapang akan mendukung sepenuhnya rencana tersebut dan tentunya melalui prosedur-prosedur yang ada.

“Sebagai kota pelajar, sudah selayaknya mahasiswa Ketapang memiliki asrama. Saya sangat mendukung. Melalui Forum Bedayong ini saya berharap rekan-rekan mahasiswa bergerak secara proaktif supaya pembangunan asrama mahasiswa Ketapang segera terwujud”, tanggap Pak Bupati.

Di akhir pertemuan, bak orang tua dan anak, Bupati Ketapang memberikan nasehat kepada para mahasiswa yang hadir untuk segera mungkin menyelesaikan kuliah. “Kabupaten Ketapang membutuhkan orang-orang seperti kalian ini”, tegasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Putri Kedua, Maria Atira