Kunjungan Kedua Pak Bupati di Yogyakarta
Drs. Henrikus, M.Si: PSBDK IX Harumkan Dayak dan
Angkat Eksistensi Ketapang
Pada
tanggal 18-23 Oktober 2011 lalu, untuk kedua kalinya Bupati Henrikus mengunjungi
mahasiswanya di Yogyakarta. Beliau beserta rombongan datang ke Kota Pelajar
untuk menyaksikan secara langsung kegiatan Pesta
Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan (PSBDK) IX. Disela-sela kunjungannya, Pelindung Forum Bedayong sekaligus Pelindung
Panitia PSBDK IX 2011 ini menyempatkan diri untuk bertemu dengan mahasiswa
Ketapang di Hotel Pose In (23/11/2011). Pertemuan ini hadiri oleh Ketua Bedayong Fornestor Mindaw bersama
beberapa pengurus lainnya,
Ketua Panitia PSBDK IX Darwis Alfonsus, dan
Ketua Sekretariat Bersama Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat Liberto Een.
Bupati
didampingi oleh beberapa pejabat
eksekutif Ketapang diantaranya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Heronimus
Tanam, Kepala Dinas
Pertanian dan Peternakan Syamsu Akhyar, Kepala Dinas Perkebunan Lukas Lawun, Kepala
Kantor Kesbangpol Donatus Gaza, Sekretaris Dinas Pendidikan Henrikus Jahilin
dan Kabag Kepegawaian Dinas Pendidikan Philipus Kaleh menyampaikan
beberapa hal terkait perhatian Pemerintah
Kabupaten Ketapang terhadap
mahasiswa
di Yogyakarta. Diantaranya mengenai
PSBDK IX yang diselenggarakan Forum Bedayong. Beliau
merasa bangga dan memberikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada Forum Bedayong yang telah sukses melaksanakan acara PSBDK
IX. Menurut beliau, PSBDK IX tidak hanya bertujuan mengharumkan nama suku Dayak
di Kalimantan, tetapi mampu mengangkat
eksistensi Kabupaten Ketapang.
“Walaupun
saya tidak sempat hadir karena kegiatan
dinas dan cuaca buruk, namun saya terus memantau keberlangsungan kegiatan ini via telepon”, ungkap Pak
Bupati yang sebelum dijadwalkan membuka dan menutup acara PSBDK IX. Jadwal tersebut
bertepatan dengan acara pemberangkatan calon Jemaah Haji dari Kabupaten
Ketapang dan cuaca yang tidak bersahabat menunda jadwal
penerbangan
dari Jakarta ke Yogyakarta.
Darwis
Alfonsus Ketua
Panitia PSBDK IX menjelaskan secara garis besar hasil
kerja panitia sekaligus menyampaikan ucapan
terima kasih
kepada Bupati Ketapang yang telah memberikan dukungan
penuh terhadap acara PSBDK IX tahun 2011. Hal senada
disampaikan Ketua Bedayong, Fornestor Mindaw.
“15 tahun Bedayong berdiri sebagai forum yang mengayomi
mahasiswa Ketapang di Yogyakarta, belum pernah menerima dukungan dan
kepercayaan sebesar ini dari Pemerintah Kabupaten Ketapang”, ungkap Mindaw.
Selain
berkomentar masalah PSBDK IX, Bupati
Ketapang memaparkan berbarapa hal
terkait perkembangan Kabupaten Ketapang saat ini. Beliau beserta jajaran
pemerintah kabupaten berkomitmen untuk memajukan Ketapang melalui peningkatan
pembangunan di segala bidang. Beliau juga sempat menyinggung
beberapa LSM yang tidak berpihak kepada
masyarakat. Tugas utama LSM adalah mengayomi bukan membohongi
masyarakat. Dalam kesempatan itu juga, Pak Bupati berencana menyelaraskan acara
PSBDK IX karya mahasiswa di Yogkarta dengan
program Pemerintah Kabupaten Ketapang. Beliau akan membangun “panggung
pertunjukan rakyat” di halaman Pendopo
Bupati yang kedepannya dapat dijadikan tempat pertunjukan kesenian dan tradisi. Di sekitar panggung dibangun juga tempat
untuk berbagai acara seperti pameran kerajinan, permainan rakyat dan sebagainya. “Kita berharap langkah
awal ini bisa menarik minat para wistawan baik domestik maupun
mancanegara untuk berkunjung ke Ketapang sehingga ada
sebuah keberlanjutan dari acara yang sudah kita
laksanakan di Yogyakarta”, ungkap mantan wakil bupati Ketapang periode
2005-2010.
Beberapa
pengurus Bedayong
yang hadir dalam pertemuan tersebut juga mendapat kesempatan untuk bertanya mengenai
berbagai hal berkaitan dengan organisasi
Bedayong. Seperti yang ditanyakan oleh Dewan Perwakilan Forum Wihelmus
Wandre mengenai pembangunan asrama mahasiswa
Kabupaten Ketapang di Yogyakarta.
Dari
penjelasan yang disampaikan Bupati Ketapang,
pemkab
Ketapang akan mendukung sepenuhnya rencana
tersebut dan tentunya
melalui prosedur-prosedur yang ada.
“Sebagai
kota pelajar, sudah selayaknya mahasiswa Ketapang
memiliki asrama.
Saya sangat mendukung. Melalui Forum Bedayong ini saya berharap rekan-rekan mahasiswa bergerak secara
proaktif supaya pembangunan asrama mahasiswa Ketapang segera terwujud”, tanggap Pak Bupati.
Di akhir pertemuan, bak orang tua dan anak,
Bupati Ketapang memberikan
nasehat kepada para mahasiswa yang hadir untuk segera mungkin menyelesaikan kuliah. “Kabupaten Ketapang membutuhkan orang-orang seperti
kalian ini”,
tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar