Senin, 06 Juni 2016

Mengidentifikasi Budaya Masyarakat



IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
REMIDIAL IPS KELAS XI SEM GENAP 2016 SMK SANTO PETRUS
Tugas ditulis tangan dan dikumpulkan  pada hari Senin, 13 Juni 2016

NAMA:………………………………………………………….
NAMA KAMPUNG:………………………………………..
SUKU/SUB-SUKU:………………………………………....
CONTOH
Unsur-unsur Kebudayaan Desa Sepotong
Desa Sepotong terletak di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang dan merupakan salah satu  kampung suku Dayak rumpun sub-suku Dayak Laor. Masyarakat Sepotong sering disebut Urangk Sapotong tinggal di tepian Sungai Laur. Berikut ini unsur-unsur kebudayaan masyarakat Desa Sepotong:
1.       Sistem Kepercayaan
Pada dahulu kala ketika pengghuni Kampung Sepotong tinggal di Rumah Panjang, masyarakat menganut system kepercayaan animisme dan dinamisme yaitu, percaya akan kekuatan alam, menyembah keramat dan menghormati para leluhurnya. Namun pada saat ini kepercayaaan itu semakin pudar dan mayoritas penduduknya menganut agama Katolik. Yang masih bertahan sampai saat ini seperti: Ritual babantan Kampongk (ritual bersih kampung), Nyampat Tanah (permisi kepada leluruh sebelum membuka lahan pertanian, Ngalu Kombank Buah (menyambut musim buah), Ngambaru (Pesta syukur panen), mandarok (melepas tiga tahun orang yang sudah meninggal).
2.       Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan menganut system ambilineal (garis ayah dan ibu).
Saya: Jang (laki-laki), Inok (Perempuan)
Saya menyebut ayah : Apak
Saya menyebut Ibu : Inde, Umak
Saya menyebut bibi/paman lebih tua (kakak) dari ayah atau ibu: Ombo
Saya menyebut bibi/paman lebih muda (adik) dari ayah atau ibu: Nongah, Ibuk
Saya menyebut bibi/paman adik bungsu dari ayah atau ibu: Busu, Usu
Saya menyebut ibu dari ayah atau ibu: Inek
Saya menyebut ayah dari ayah atau ibu: Akek
Saya menyebut nenek dari ayah atau ibu: Nek Yang
Saya Menyebut Kakek dari ayah atau ibu: Akek Yang
3.       Sistem Organisasi
Pemimpin Kampung : Domong
Pemimpin adat: Temenggung
Kepala Lawang (pengelompokan keluarga)
Anggota Lawang (masyarakat biasa)
4.       Bahasa
Bahasa yang digunakan masyarakat Desa Sepotong adalah bahasa Dayak Laor. Bahasanya mempunyai kemiripan dengan beberapa kampung lain seperti Kepari, Entinap, Bengaras, Tanjung Beringin dan Randau Limat.
5.       Sistem Mata Pencaharian
Mata perncaharian pada umumnya berladang, menoreh dan berburu.
6.       Kesenian
Permainan Rakyat: Bepangkak Gasing, Tengkuyung Berambeh, Tungkat Jawa, Batepok, Ngaladau
Seni Musik: Begamal, Nganjan, Senggayong, Becipak dll.
Seni Tari: Tarian kanjan suka-suka, tarian Olang Mengindang untuk mengiringi music begamal, tarian bunga silat.
Seni Vocal: Nembang (nyanyian mengiringi music gamal), rayah (nyayian dukun).
7.       Sistem Ilmu Pengetahuan
Masyarakat Dayak di Sepotong memiliki banyak ilmu pengetahuan terutama berkaitan dengan aktivitas berladang. Misalnya mereka harus tau kapan harus menebas, menebang, menugal dll. Menuba ikan dilaksanakan saat musim kemarau tiba.
8.       Sistem Peralatan dan Teknologi
Banyak alat atau teknologi tradisional yang digunakan oleh masyarakat Sepotong. Contoh: Menangkap ikan menggunakan bubu, seruak, sentapuk, santaban dll. Alat untuk pertanian: parang, tugal, ani-ani, kapak beliung, pengetam, jurunk (lumbung). Alat berburu: Sumpit, Senapan Lantak, Penjirat, Belantik, Papit, Engkabau dll.

Minggu, 03 November 2013

MUSIK TRADISI DAYAK LAUR


Musik tradisi adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seni musik tradisional memegang peranan penting dalam hidup keseharian Suku Dayak Laur. Musik tradisi dimainkan pada saat upacara adat yang dianggap penting dalam lingkaran kehidupan masyarakat Dayak Laur itu sendiri.

Klasifikasi musik tradisi Dayak Laur
Ada dua bentuk musik tradisi Dayak Laur, yaitu musik yang ditampilkan untuk gawai idup (upacara manusia hidup; bersenang-senang/sukaria) dan gawai kamati-kalosi (upacara untuk manusia meninggal dunia; berduka cita).

A. Musik Gawai Idup 
1.      Bagamal
Bagamal berasal dari dua kata, ba (be) dan gamal. Kata "ba" berarti memainkan sedangkan gamal atau gemalan adalah Gamelan adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari: Kenong (anak gamal), Bebondi, Gendang, Gong (ketawak), Saron dan Ogong Induk/Anak. Musik ini digunakan pada saat pelaksanaan acara-acara seperti: perkawinan, ritual bersih kampung,  penyambutan tamu, memberikan nama bayi (nsilong), syukuran, nyapat tahun dan sebagainya. Meskipun musik untuk gawai idup, Bagamal juga memiliki fungsi universal dalam berbagai acara seperti acara kematian (babukongk), membakar tulang-belulang (nyandongk), renovasi kuburan (nambak) ataupun pemindahan kuburan (mindah tulang garak).
2.     Nganjan
Bagi masyarakat Dayak Laur, musik nganjan merupakan pelengkap musik begamal untuk bersuka-ria (berdondoi). Musik kanjan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: sangiang buronk, tari rambai, kaseh sayang dan sebagainya. Alat musiknya terdiri dari anak gamal, ketawak anak, ketawak induk, ogong anak, ogong induk dan gendang panjang.  
3.      Gondang Allah
Musik gondang allah dimainkan sebelum menampilkan musik begamal. Biasanya dilaksanakan pada saat masyarakat menyiapkan sebuah acara besar (ari karejo). Musik gondang allah terdiri dari alat-alat: ketawak, gendang anak, gendang kait dan gendang induk.
4.      Baliant
Musik baliant digunakan pada saat upacara pengobatan orang sakit oleh seorang dukun. Terdiri dari ketawak dan gendang.
5.      Gondang Perang
Musik gondang perang dimainkan untuk mengiringi tarian silat (bunga). Alat musiknya terdiri dari ketawak dan gendang.


Senin, 07 Oktober 2013

Putri Kesayangan

Hari Kamis, tanggal 19 September 2013, pukul 21.55 telah lahir seorang putri pertama dari pasangan Darwis Alfonsus dengan Veronika Mika Yanti. Ia adalah Septiany Alula Baromas dilahirkan di Kota Ketapang tepatnya di Klinik Bersalin Sutiana Amoi. Alula nama panggilannya lahir dengan berat 3,5 Kg dan panjang 50 Cm. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh nenek tercinta Hilaria Aim, Bibi Hera, Mamak Olin (Istri Alkap Pasti) dan Kakak Aya.
Nama yang diberikan oleh ayahnya mempunyai banyak arti:
Septiany= Singkatan dari Sepotong-Tebuar asal dari ayah dan ibu; lahir pada bulan September
Alula= Malaikat Bersayap Utusan Tuhan
Baromas= Singkatan dari Bercahaya Emas (bulan purnama); nama tokoh Dayak dari Laur dalam sebuah dongeng yang mempunyai karakter cantik, cerdas dan baik hati.
Sejuta harapan orang tua ditaruh dipundak Alula. Semoga tumbuh dan berkembang menjadi gadis yang berguna bagi bangsa dan negara ini (1 Oktober 2012, Darwis Alfonsus).

Rabu, 24 Oktober 2012

Perolehan Suara Pemilukada Kalbar 2012


No
Kabupaten/Kota
CC
Arafah
MB
Berkibar
DPT
Partisipasi
1
Sekadau
66.144
6.782
25.100
6.993
139.536
76,16%
2
Kapuas Hulu
54.573
7.685
11.709
54.701
161.661
80,73%
3
Melawi
64.446
8.298
39.656
8931
141.434
86,97%
4
Kota Pontianak
10.447
110.107
48.783
13.708
415.925
64,2%
5
Singkawang
48.374
28.062
17.242
3.219
158.199
64%
6
Sambas
56.552
44.053
132.652
13.169
421.207
59,4%
7
Kab. Pontianak
46.579
24.882
31.928
6.517
181.327
61,6%
8
Kubu Raya
84.603
57.675
65.167
12.121
381.410
61,2%
9
Sintang
120.906
14.686
68.251
10.895
275.687
79,2%
10
Ketapang
111.034
20.547
72.945
9.519
338.475
64,4%
11
Kayong Utara
11.504
7.651
18.343
3.642
70.430
60,1%
12
Bengkayang
83.138
9.590
15.431
3.557
144.166
78,8%

TOTAL
542.103
296.706
397.797
66.828
2.048.351

Putri Kedua, Maria Atira