Darwis Alfonsus
Selasa, 05 September 2017
Senin, 06 Juni 2016
Mengidentifikasi Budaya Masyarakat
IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR
KEBUDAYAAN
REMIDIAL
IPS KELAS XI SEM GENAP 2016 SMK SANTO PETRUS
Tugas ditulis tangan dan dikumpulkan pada hari Senin, 13 Juni 2016
Tugas ditulis tangan dan dikumpulkan pada hari Senin, 13 Juni 2016
NAMA:………………………………………………………….
NAMA KAMPUNG:………………………………………..
SUKU/SUB-SUKU:………………………………………....
CONTOH
Unsur-unsur Kebudayaan Desa Sepotong
Desa Sepotong terletak di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang
dan merupakan salah satu kampung suku
Dayak rumpun sub-suku Dayak Laor. Masyarakat Sepotong sering disebut Urangk Sapotong tinggal di tepian Sungai
Laur. Berikut ini unsur-unsur kebudayaan masyarakat Desa Sepotong:
1. Sistem Kepercayaan
Pada dahulu kala ketika pengghuni
Kampung Sepotong tinggal di Rumah Panjang, masyarakat menganut system
kepercayaan animisme dan dinamisme yaitu, percaya akan kekuatan alam, menyembah
keramat dan menghormati para leluhurnya. Namun pada saat ini kepercayaaan itu
semakin pudar dan mayoritas penduduknya menganut agama Katolik. Yang masih
bertahan sampai saat ini seperti: Ritual babantan Kampongk (ritual bersih
kampung), Nyampat Tanah (permisi kepada leluruh sebelum membuka lahan
pertanian, Ngalu Kombank Buah (menyambut musim buah), Ngambaru (Pesta syukur
panen), mandarok (melepas tiga tahun orang yang sudah meninggal).
2. Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan menganut system
ambilineal (garis ayah dan ibu).
Saya: Jang (laki-laki), Inok (Perempuan)
Saya menyebut ayah : Apak
Saya menyebut Ibu : Inde, Umak
Saya menyebut bibi/paman lebih tua
(kakak) dari ayah atau ibu: Ombo
Saya menyebut bibi/paman lebih
muda (adik) dari ayah atau ibu: Nongah,
Ibuk
Saya menyebut bibi/paman adik
bungsu dari ayah atau ibu: Busu, Usu
Saya menyebut ibu dari ayah atau
ibu: Inek
Saya menyebut ayah dari ayah atau
ibu: Akek
Saya menyebut nenek dari ayah atau
ibu: Nek Yang
Saya Menyebut Kakek dari ayah atau
ibu: Akek Yang
3. Sistem Organisasi
Pemimpin Kampung : Domong
Pemimpin adat: Temenggung
Kepala Lawang (pengelompokan
keluarga)
Anggota Lawang (masyarakat biasa)
4. Bahasa
Bahasa yang digunakan masyarakat
Desa Sepotong adalah bahasa Dayak Laor. Bahasanya mempunyai kemiripan dengan
beberapa kampung lain seperti Kepari, Entinap, Bengaras, Tanjung Beringin dan
Randau Limat.
5. Sistem Mata Pencaharian
Mata perncaharian pada umumnya
berladang, menoreh dan berburu.
6. Kesenian
Permainan Rakyat: Bepangkak
Gasing, Tengkuyung Berambeh, Tungkat Jawa, Batepok, Ngaladau
Seni Musik: Begamal, Nganjan,
Senggayong, Becipak dll.
Seni Tari: Tarian kanjan
suka-suka, tarian Olang Mengindang untuk mengiringi music begamal, tarian bunga
silat.
Seni Vocal: Nembang (nyanyian
mengiringi music gamal), rayah (nyayian dukun).
7. Sistem Ilmu Pengetahuan
Masyarakat Dayak di Sepotong
memiliki banyak ilmu pengetahuan terutama berkaitan dengan aktivitas berladang.
Misalnya mereka harus tau kapan harus menebas, menebang, menugal dll. Menuba
ikan dilaksanakan saat musim kemarau tiba.
8. Sistem Peralatan dan
Teknologi
Banyak alat atau teknologi tradisional
yang digunakan oleh masyarakat Sepotong. Contoh: Menangkap ikan menggunakan
bubu, seruak, sentapuk, santaban dll. Alat untuk pertanian: parang, tugal,
ani-ani, kapak beliung, pengetam, jurunk (lumbung). Alat berburu: Sumpit,
Senapan Lantak, Penjirat, Belantik, Papit, Engkabau dll.
Minggu, 03 November 2013
MUSIK TRADISI DAYAK LAUR
Musik
tradisi adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan
diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seni
musik tradisional memegang peranan penting dalam hidup keseharian Suku Dayak
Laur. Musik tradisi dimainkan pada saat upacara adat yang dianggap penting
dalam lingkaran kehidupan masyarakat Dayak Laur itu sendiri.
Klasifikasi
musik tradisi Dayak Laur
Ada
dua bentuk musik tradisi Dayak Laur, yaitu musik yang ditampilkan untuk gawai
idup (upacara manusia hidup; bersenang-senang/sukaria) dan gawai
kamati-kalosi (upacara untuk manusia meninggal dunia; berduka cita).
A.
Musik Gawai Idup
1. Bagamal
Bagamal berasal dari dua kata, ba (be) dan gamal. Kata "ba" berarti memainkan sedangkan gamal atau gemalan adalah Gamelan
adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari: Kenong (anak gamal), Bebondi, Gendang, Gong (ketawak), Saron dan Ogong Induk/Anak. Musik ini digunakan
pada saat pelaksanaan acara-acara seperti: perkawinan, ritual bersih
kampung, penyambutan tamu, memberikan nama bayi (nsilong), syukuran, nyapat
tahun dan sebagainya. Meskipun musik untuk gawai idup, Bagamal juga memiliki fungsi universal dalam berbagai acara seperti acara kematian (babukongk), membakar
tulang-belulang (nyandongk), renovasi
kuburan (nambak) ataupun pemindahan
kuburan (mindah tulang garak).
2. Nganjan
Bagi masyarakat
Dayak Laur, musik nganjan merupakan pelengkap
musik begamal untuk bersuka-ria (berdondoi).
Musik kanjan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: sangiang buronk, tari rambai,
kaseh sayang dan sebagainya. Alat musiknya terdiri dari anak gamal, ketawak
anak, ketawak induk, ogong anak, ogong induk dan gendang panjang.
3. Gondang
Allah
Musik gondang allah
dimainkan sebelum menampilkan musik begamal. Biasanya dilaksanakan pada saat
masyarakat menyiapkan sebuah acara besar (ari
karejo). Musik gondang allah terdiri dari alat-alat: ketawak, gendang anak,
gendang kait dan gendang induk.
4. Baliant
Musik baliant
digunakan pada saat upacara pengobatan orang sakit oleh seorang dukun. Terdiri
dari ketawak dan gendang.
5. Gondang
Perang
Musik gondang perang
dimainkan untuk mengiringi tarian silat (bunga).
Alat musiknya terdiri dari ketawak dan gendang.
Senin, 07 Oktober 2013
Putri Kesayangan
Hari Kamis, tanggal 19 September 2013, pukul 21.55 telah lahir seorang putri pertama dari pasangan Darwis Alfonsus dengan Veronika Mika Yanti. Ia adalah Septiany Alula Baromas dilahirkan di Kota Ketapang tepatnya di Klinik Bersalin Sutiana Amoi. Alula nama panggilannya lahir dengan berat 3,5 Kg dan panjang 50 Cm. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh nenek tercinta Hilaria Aim, Bibi Hera, Mamak Olin (Istri Alkap Pasti) dan Kakak Aya.
Nama yang diberikan oleh ayahnya mempunyai banyak arti:
Nama yang diberikan oleh ayahnya mempunyai banyak arti:
Septiany= Singkatan dari Sepotong-Tebuar asal dari ayah dan ibu; lahir pada bulan September
Alula= Malaikat Bersayap Utusan Tuhan
Baromas= Singkatan dari Bercahaya Emas (bulan purnama); nama tokoh Dayak dari Laur dalam sebuah dongeng yang mempunyai karakter cantik, cerdas dan baik hati.
Sejuta harapan orang tua ditaruh dipundak Alula. Semoga tumbuh dan berkembang menjadi gadis yang berguna bagi bangsa dan negara ini (1 Oktober 2012, Darwis Alfonsus).
Rabu, 24 Oktober 2012
Perolehan Suara Pemilukada Kalbar 2012
|
No
|
Kabupaten/Kota
|
CC
|
Arafah
|
MB
|
Berkibar
|
DPT
|
Partisipasi
|
|
1
|
Sekadau
|
66.144
|
6.782
|
25.100
|
6.993
|
139.536
|
76,16%
|
|
2
|
Kapuas Hulu
|
54.573
|
7.685
|
11.709
|
54.701
|
161.661
|
80,73%
|
|
3
|
Melawi
|
64.446
|
8.298
|
39.656
|
8931
|
141.434
|
86,97%
|
|
4
|
Kota Pontianak
|
10.447
|
110.107
|
48.783
|
13.708
|
415.925
|
64,2%
|
|
5
|
Singkawang
|
48.374
|
28.062
|
17.242
|
3.219
|
158.199
|
64%
|
|
6
|
Sambas
|
56.552
|
44.053
|
132.652
|
13.169
|
421.207
|
59,4%
|
|
7
|
Kab. Pontianak
|
46.579
|
24.882
|
31.928
|
6.517
|
181.327
|
61,6%
|
|
8
|
Kubu Raya
|
84.603
|
57.675
|
65.167
|
12.121
|
381.410
|
61,2%
|
|
9
|
Sintang
|
120.906
|
14.686
|
68.251
|
10.895
|
275.687
|
79,2%
|
|
10
|
Ketapang
|
111.034
|
20.547
|
72.945
|
9.519
|
338.475
|
64,4%
|
|
11
|
Kayong Utara
|
11.504
|
7.651
|
18.343
|
3.642
|
70.430
|
60,1%
|
|
12
|
Bengkayang
|
83.138
|
9.590
|
15.431
|
3.557
|
144.166
|
78,8%
|
|
|
TOTAL
|
542.103
|
296.706
|
397.797
|
66.828
|
2.048.351
|
|
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Secara geografis, kecamatan Sungai Laur di Kabupaten Ketapang terletak di garis lintang 00 32’ 00” LS - 10 10’ 00” Lintang Selatan, 110 ...

