Pada tanggal 20 sampai 22 Oktober 2011 bertempat di gedung Taman Budaya
Yogyakarta, Forum Bujang Dare Kayong mengadakan perhelatan akbar Pesta Seni dan
Budaya Dayak Se-Kalimantan ke-IX dengan tajuk “Kontinuitas Keberagaman Budaya
Dayak dalam Cerminan Budaya Nusantara”. Tajuk ini menegaskan kembali kepada
khalayak luas bahwa kebudayaan suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan
sangatlah beragam. Melalui PSBDK IX mahasiswa Dayak yang menempuh studi di
Yogyakarta dan masyarakat luas mampu menumbuhkan nilai-nilai saling menghargai,
mengenal dan menghormati setiap perbedaan.
Tahun 2011 merupakan penyelenggaraan yang kesembilan. Awalnya acara ini
hanya sebagai wadah untuk mengisi kerinduan dan pelestarian budaya dayak bagi
pelajar dan mahasiswa Kalimantan yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.
Namun lama kelamaan melihat antusias yang tinggi dari komunitas pengamat budaya
dan masyarakat khususnya yang ada di Yogyakarta tujuan tersebut bergeser menjadi ajang memperkenalkan dan
mempromosikan budaya Dayak kepada masyarakat luas bahkan bagi turis manca
negara.
Rangkaian kegiatan PSBDK IX yang berlangsung tiga hari berturut-turut
antara lain: lomba menulis esai antar mahasiswa dengan tema “Keunikan Budaya
Dayak di Mata Generasi Muda”, ritual adat pembukaan, pameran seni dan kerajinan
tradisional, seminar budaya, malam kesenian, festival vokal grup lagu Dayak,
festival tarian kreasi Dayak, workshop tatto, lomba permainan rakyat serta
malam pentas seni nusantara.
Acara pembukaan dihadiri oleh beberapa tamu undangan antara lain Bupati
Ketapang yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Ketapang
Drs. Sungkalang, Sekretaris Daerah
Kalimantan Barat Drs. Kartius, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir
Abdullah, Wakil Bupati Melawi, Kapolda DIY, anggota DPRD Ketapang, beberapa
Kepala Dinas Pemerintahan Kabupaten Ketapang serta tamu undangan lainnya. PSBDK
IX resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Ketapang dan
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat dengan memukul gong sebanyak tujuh kali. Bupati
Ketapang Drs. Henrikus, M.Si berhalangan hadir disebabkan adanya kegiatan dinas
di Jakarta.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat menyatakan kebanggaan
dan apresiasinya kepada para pelajar dan orang-orang Kalimantan yang merantau
dan menuntut ilmu di DIY tidak melupakan adat istiadat dari tanah kelahirannya.
"Saya salut generasi muda asal Kalimantan ini masih peduli dengan
pelestarian adat istiadat kampung halamannya terlebih mereka justru membantu
memperkenalkan dan mempromosikan budaya Dayak kepada masyarakat luas bahkan
bagi turis mancanegara di Kota Yogyakarta yang dikenal dengan Kota Seni dan
Budaya ini," ujar Kartius.
Kartius mengungkapkan perhelatan yang mempunyai tajuk "Kontinuitas
Keberagaman Budaya Dayak dalam Cerminan Budaya Nusantara" ini diharapkan
dapat memicu dan memperkuat kegotong royongan dan kebersamaan yang menjadi
tradisi dalam Rumah Panjang ditumbuhkan kembali oleh pelajar dan mahasiswa
Dayak yang sedang belajar di DIY.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir Abdullah yang mengatakan kegiatan ini
merupakan wujud dari multikultur yang dapat hidup berdampingan satu sama lain
di DIY. Hal ini merupakan bukti nyata DIY memang istimewa yang dapat menerima
semua keberagaman dan perbedaan menjadi satu dan hidup dalam kerukunan.
"Acara seperti ini perlu diikuti oleh mahasiswa dari provinsi-provisi
lain untuk menampilkan dan memperkenalkan potensi dan pariwisatanya
masing-masing. Hal ini untuk mendukung sekaligus memperkenalkan kekayaan
nusantara", pungkasnya.
Sementara Bupati Ketapang dalam sambutannya menghimbau kepada generasi muda
Dayak untuk terus menggali dan mempromosi budaya Dayak yang sangat beragam.
Pengalaman mahasiswa di Kota Sultan diharapkan bisa untuk diterapkan di
Kabupaten Ketapang setelah lulus. Pemerintah Ketapang tetap berkomitmen untuk
mendukung usaha mahasiswa dalam berbagai kegiatan budaya.
Suasana pengunjung saat PSBDK yang kesembilan ini sangat mengagumkan,
terbukti antusias pengunjung melihat serta aktif bertanya di stand-tand
kebudayaan Dayak yang sangat unik. Dan mereka mengagumi setiap yang pernak
pernik seperti kaos yang mencirikan kebudayaan dayak, bingkai bermotif, patung
kayu, topi yang terbuat dari rotan dan ditambah dengan pernak pernik unik dari
bulu burung enggang. Stand pameran diikuti oleh 22 forum mahasiswa Dayak di
Yogyakarta.
Jumlah pengunjung yang mayoritas dari kalangan pelajar dan mahasiswa Dayak
di Yogyakarta semakin meningkat pada saat pegelaran festival tari kreasi yang
dilaksanakan pada malam kedua. Menurut Sekretaris Panitia Emannuel Edi, jumlah
tiket yang terjual pada malam kedua berkisar 1000 tiket. Tidak hanya itu, pada
acara workshop tattoo dan seminar budaya jumlah peserta meningkat dari
tahun-tahun sebelumnya.
Selain mengangkat nama Dayak yang mendiami Bumi Borneo, PSBDK IX juga memperkenalkan keberagaman sub-suku Dayak yang ada di Kabupaten
Ketapang. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan icon-icon budaya Dayak di Kabupaten Ketapang dalam setiap acara. Selain dukun dan pemusik ritual adat pembukaan dan
penutupan yang didatangkan dari Dayak Pesaguan, panitia menggunakan yang lain
diantaranya bahan untuk lomba permainan rakyat menganyam tikar dan pangka
gasing dari Dayak Simpangk, icon jurongk di media publikasi (lumbung padi)
serta lagu pilihan lomba vocal grup Dendang Sayang ciptaan alm. Donatus Palung
dari Dayak Laor. Dayak Jokak dengan lagu Pancang Pincit sebagai lagu wajib
lomba vocal grup.
PSBDK IX ditutup dengan ritual "Kamoh Suntong Gayi Jadi" dari
Dayak Pesaguan yang diadakan di halaman depan Taman Budaya Yogyakarta.
Perhelatan ini resmi ditutup oleh Hendrikus Jahilin, selaku sekretaris Dinas
Pendidikan Kabupaten Ketapang. Upacara penutupan PSBDK IX dihadiri oleh ribuan
mahasiswa Dayak, pengunjung dan masyarakat umum di Yogyakarta.
Dalam penutupan ini pula, Bupati Ketapang diwakilkan oleh Hendrikus Jahilin
memberikan sambutan. Sambutan tersebut berisi ucapan terima kasih dari
Pemerintah Kabupaten Ketapang, atas nama tuan rumah, kepada mahasiswa dan
masyarakat Dayak yang ada di Yogyakarta untuk partisipasinya dalam acara ini.
Acara yang merupakan hasil kreasi mahasiswa Dayak sebagai ajang gali
potensi dan kreasi ini ditutup dengan upacara adat yaitu menari mengelilingi
tempat untuk menaruh sesaji (pandongk) dan juga pemberian tuak kepada seluruh
pengunjung yang hadir pada penutupan acara ini. Sebanyak 500 gelas tuak
disiapkan untuk acara ini. Pemberian tuak ini sebagai simbol kebersamaan dalam
kehidupan masyarakat Dayak.
Menurut Hendrikus Jahilin, beliau merasa puas dengan acara ini dikarenakan
semua lapisan, dari tuan rumah, pemerintahan, masyarakat semua ikut ambil
bagian untuk mensukseskan acara ini. “Semoga Tahun depan, perhelatan acara
seperti ini dapat tetap ada, dan semua lapisan masyarakat dan pemerintahan
tetap ikut berpartisipasi”ungkap Hendrikus Jahilin.
Sedangkan Ketua Panitia Darwis Alfonsus mengakui pelaksanaan PSBDK IX
berjalan dengan lancar dan sukses. Kesuksesan itu dapat dilihat dari beberapa
indikator, yaitu keterlibatan penuh dari forum-forum mahasiswa Dayak di pulau
Jawa, jumlah pengunjung yang meningkat,
keberhasilan mengangkat nama Dayak dan Kabupaten Ketapang dalam skala nasional
serta pesan yang disampaikan melalui tema PSBDK IX dapat diketahui oleh
masyarakat luas. Terakhir, Darwis berharap agar PSBDK X tahun 2012 dapat berjalan sukses
dan lebih baik lagi. PSBDK X akan
dilaksanakan oleh Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (Darwis Alfonsus).
Pelombaan dan Pemenang dalam PSBDK
IX
![]() |
| Add caption |
No
|
Perlombaan
|
Peserta
|
Juara
|
||
I
|
II
|
III
|
|||
1
|
Lomba Menulis Esai
|
29
|
Willibrodus
Himang dan Cornel Dimas
|
Dendi
Tri Suarno
|
Alberto
Deo Prawira
|
2
|
Festival Vokal Grup
|
14
|
Perkumpulan Keluarga
Kalimantan Salatiga
|
Forum Mahasiswa Kab. Landak
|
Himpunan Pelajar Mahasiswa
Kalimantan Tengah
|
3
|
Festival Tari Kreasi
|
11
|
Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau
|
Forum Mahasiswa Kab. Landak
|
Forum Bujang Dare Kayong- Kab. Ketapang
|
Penata Tari Terbaik
|
AR. Yandi Ogam (Ikatan
Keluarga Besar Kab. Sanggau)
|
||||
Penata Busana Terbaik
|
Carolina Jeniwati (Bedayong-Ketapang)
|
||||
Penata Musik Terbaik
|
Reza Sukamdani (Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau)
|
||||
4
|
Stand Pameran Terbaik
|
22
|
Forum Pelajar Mahasiswa Kab.
Bengkayang
|
||
5
|
Menyumpit
Putra
Putri
|
Forum Mahasiswa Kab. Landak
-------------------------
Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur
|
Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau
-------------------------
Ikatan Pelajar Mahasiswa Dayak Kenyah
|
Ikatan Mahasiswa Murung Raya
-------------------------
Forum Pelajar Mahasiswa Kab. Bengkayang
|
|
6
|
Menganyam Tikar
|
8
|
Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau
|
Perkumpulan Keluarga
Kalimantan Salatiga
|
Ikatan Pelajar Mahasiswa
Dayak Kenyah
|
7
|
Menampi Beras
|
15
|
Ikatan Pelajar Mahasiswa Dayak Kutai Barat
|
Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Tengah
|
Forum Komunikasi Mahasiswa
Pelajar Melawi
|
8
|
Pangka’ Gasing
|
32
|
Forum Peduli Kalimantan Barat, Kalasan
|
Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur
|
Forum Pelajar Mahasiswa Kab. Bengkayang
|
JUARA UMUM
|
Ikatan Keluarga
Besar Kabupaten Sanggau
|
||||

