Minggu, 03 November 2013

MUSIK TRADISI DAYAK LAUR


Musik tradisi adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seni musik tradisional memegang peranan penting dalam hidup keseharian Suku Dayak Laur. Musik tradisi dimainkan pada saat upacara adat yang dianggap penting dalam lingkaran kehidupan masyarakat Dayak Laur itu sendiri.

Klasifikasi musik tradisi Dayak Laur
Ada dua bentuk musik tradisi Dayak Laur, yaitu musik yang ditampilkan untuk gawai idup (upacara manusia hidup; bersenang-senang/sukaria) dan gawai kamati-kalosi (upacara untuk manusia meninggal dunia; berduka cita).

A. Musik Gawai Idup 
1.      Bagamal
Bagamal berasal dari dua kata, ba (be) dan gamal. Kata "ba" berarti memainkan sedangkan gamal atau gemalan adalah Gamelan adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari: Kenong (anak gamal), Bebondi, Gendang, Gong (ketawak), Saron dan Ogong Induk/Anak. Musik ini digunakan pada saat pelaksanaan acara-acara seperti: perkawinan, ritual bersih kampung,  penyambutan tamu, memberikan nama bayi (nsilong), syukuran, nyapat tahun dan sebagainya. Meskipun musik untuk gawai idup, Bagamal juga memiliki fungsi universal dalam berbagai acara seperti acara kematian (babukongk), membakar tulang-belulang (nyandongk), renovasi kuburan (nambak) ataupun pemindahan kuburan (mindah tulang garak).
2.     Nganjan
Bagi masyarakat Dayak Laur, musik nganjan merupakan pelengkap musik begamal untuk bersuka-ria (berdondoi). Musik kanjan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: sangiang buronk, tari rambai, kaseh sayang dan sebagainya. Alat musiknya terdiri dari anak gamal, ketawak anak, ketawak induk, ogong anak, ogong induk dan gendang panjang.  
3.      Gondang Allah
Musik gondang allah dimainkan sebelum menampilkan musik begamal. Biasanya dilaksanakan pada saat masyarakat menyiapkan sebuah acara besar (ari karejo). Musik gondang allah terdiri dari alat-alat: ketawak, gendang anak, gendang kait dan gendang induk.
4.      Baliant
Musik baliant digunakan pada saat upacara pengobatan orang sakit oleh seorang dukun. Terdiri dari ketawak dan gendang.
5.      Gondang Perang
Musik gondang perang dimainkan untuk mengiringi tarian silat (bunga). Alat musiknya terdiri dari ketawak dan gendang.


Senin, 07 Oktober 2013

Putri Kesayangan

Hari Kamis, tanggal 19 September 2013, pukul 21.55 telah lahir seorang putri pertama dari pasangan Darwis Alfonsus dengan Veronika Mika Yanti. Ia adalah Septiany Alula Baromas dilahirkan di Kota Ketapang tepatnya di Klinik Bersalin Sutiana Amoi. Alula nama panggilannya lahir dengan berat 3,5 Kg dan panjang 50 Cm. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh nenek tercinta Hilaria Aim, Bibi Hera, Mamak Olin (Istri Alkap Pasti) dan Kakak Aya.
Nama yang diberikan oleh ayahnya mempunyai banyak arti:
Septiany= Singkatan dari Sepotong-Tebuar asal dari ayah dan ibu; lahir pada bulan September
Alula= Malaikat Bersayap Utusan Tuhan
Baromas= Singkatan dari Bercahaya Emas (bulan purnama); nama tokoh Dayak dari Laur dalam sebuah dongeng yang mempunyai karakter cantik, cerdas dan baik hati.
Sejuta harapan orang tua ditaruh dipundak Alula. Semoga tumbuh dan berkembang menjadi gadis yang berguna bagi bangsa dan negara ini (1 Oktober 2012, Darwis Alfonsus).

Putri Kedua, Maria Atira