Sabtu, 16 Oktober 2010


Bupati Ketapang Kunjungi Mahasiswa Ketapang di Yogyakarta

Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Kabupaten Ketapang periode 2010-2015 pada tanggal 30 Agustus 2010 lalu, Drs. Henrikus, M.Si menyempatkan dirinya untuk mengunjungi mahasiswa Ketapang di Yogyakarta pada tanggal 16-17 Oktober 2010.
Tujuan kunjungan mantan Wakil Bupati Kab. Ketapang periode 2005-2010 ke Kota Pelajar adalah mempererat jalinan kekeluargaan antara Pemerintah Daerah (pemda) dengan mahasiswanya. Selain Bupati, turut hadir Ibu Riniwati Henrikus, beberapa Kepala Dinas, beberapa anggota tim sukses dan anggota dewan dari partai pengusung Hen-Boy.
Bagi mahasiswa Ketapang di Yogyakarta, kedatangan Bupati di Kota Pelajar merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu. Kunjungan langsung seorang kepala daerah seperti ini tergolong langka bagi mahasiswa pendatang di Yogya. Benidiktus, Ketua Forum Mahasiswa Ketapang Bujang Dare Kayong (Bedayong) meyakini bahwa Henrikus merupakan bupati Ketapang yang pertama yang mengunjungi mahasiswanya di Yogyakarta. Para bupati pada periode-periode sebelumnya boleh dikatakan tidak pernah melakukan kegiatan seperti ini, termasuk ketika Yogya di landa bencana gempa bumi dahsyat tahun 2006 silam.
Pertemuan Bupati dengan mahasiswa Ketapang dilaksanakan di Gedung Kapodang, Penerbitan Kanisius Yogyakarta (16/10/2010). Jumlah mahasiswa Ketapang yang hadir dalam pertemuan ini mencapai 137 mahasiswa. 
Dalam sambutannya, Henrikus mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Ketapang yang telah mendukung pasangan Hen-Boy pada pemilukada lalu. Dihadapan mahasiswa, Bupati Henrikus juga memaparkan secara singkat wacana pembangunan Kabupaten Ketapang lima tahun kedepan sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Hen-Boy. Bupati Henrikus memperkenalkan satu per satu anggota rombongan yang ikut berkunjung ke Yogyakarta.
Saat melakukan dialog dengan mahasiswa, Bupati Henrikus juga menyampaikan beberapa hal berkait dengan masalah kemahasiswaan. Bupati Henrikus mengatakan bantuan operasional dari pemda untuk mendukung berbagai kegiatan mahasiswa setiap tahunnya selalu ada. Dana itu masuk dalam pos anggaran Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Pariwisata. Namun pada saat menjabat sebagai wakil bupati periode lalu, Henrikus tidak mengetahui secara jelas arah aliran dana itu serta organisasi mahasiswa mana yang menerima bantuan itu. Menurut informasi yang dihimpun Betang dari para alumni dan mahasiswa senior, Bedayong tidak pernah mendapat bantuan dana dari pemda Ketapang untuk kegiatan kemahasiswaan. Jika akan mengadakan sebuah kegiatan, Bedayong selalu membentuk tim usaha dana untuk meminta bantuan dana kepada para alumni dan orang tua mahasiswa Bedayong sendiri.
Dalam dialog tersebut juga disinggung masalah asrama pelajar dan mahasiswa Kabupaten Ketapang di Yogya. Berkaitan dengan hal itu, kalangan mahasiswa memaparkan bahwa dari berbagai kabupaten yang ada di Kalbar, hanya kabupaten Ketapang yang belum memiliki asrama. Namun setelah mendengar tanggapan dari Bupati Ketapang, yang mengatakan bahwa perlu kerja sama antara pemda dan mahasiswa untuk mewujudkan hal tersebut. Dimana mahasiswa sebaiknya mengadakan survey lokasi dan biaya terlebih dahulu setelah itu baru diajukan ke pihak pemda. Dengan demikian, jelas hal ini akan terwujud dan direalisasikan untuk beberapa tahun ke depan dalam masa pemerintahannya. Beliau juga mengatakan kalau gerakannya lebih cepat, lebih baik lagi. Pendek kata, keaktifan mahasiswalah yang perlu untuk memepercepat terealisasinya asrama pelajar dan mahasiswa Kabupaten Ketapang di Yogyakarta. Selama ini mahasiswa Ketapang yang tergabung dalam Bedayong selalu numpang asrama Panitia Beasiswa Keuskupan Ketapang (PBS-KK) untuk melakukan berbagai kegiatan kemahasiswaan.  
Disela-sela acara dialog, Ibu Riniwati Henrikus yang memang terkenal dengan suara merdunya menyumbang sebuah lagu dangdut dengan judul “Terlena”. Para mahasiswa dan rombongan berbaur dalam suasana keakraban, berjoget ria dengan Pak Bupati. 
Acara ramah-tamah dan dialog diakhiri dengan makan nasi kotak bersama yang sebelumnya dilakukan penyerahan cendera mata kepada Pak Bupati sebagai tanda ucapan terima kasih telah mengunjungi mahasiswa Ketapang di Yogyakarta oleh GMPPK dan Bedayong. Pada kesempatan itu, Bupati Henrikus juga menyerahkan bantuan dana dari uang pribadinya kepada Bedayong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Putri Kedua, Maria Atira