Henrikus
Bupati Pilihan Rakyat Ketapang
Sejarah baru terukir dalam dunia perpolitikan di Kabupaten Ketapang
tercipta. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung tahun 2010 harus
melalui proses yang sangat panjang yaitu dilakukan dua kali putaran. Pesta
demokrasi di “Negeri Bertuah” secara umum berlangsung dengan aman, damai dan
demokratis. Meski terjadi riak-riak konflik, namun masih dalam batas-batas
kewajaran dalam proses berdemokrasi.
Pemilukada putaran pertama (29 Mei 2010) diikuti empat pasangan calon Bupati
dan calon Wakil Bupati yang bersaing ketat meraih simpati rakyat yaitu pasangan
(1) Yasyir Ansyari-Martin Rantan, (2) Henrikus-Boyman Harun, (3) Mecer-Jamhuri
Amir, dan (4) Ismet Siswadi-Suhermansyah. Masing-masing pasangan memperoleh
suara (1) 65.607 (29,87%), (2) 58.656 (26,70%), (3) 44.753 (20,38%), (4) 50.621
(23,05%). Persentase perolehan suara yang tidak mencapai 30% plus satu mengharuskan
KPUD Ketapang untuk menetapkan dua pasangan yang memiliki suara tertinggi yaitu
pasangan Yasyir Ansyari-Martin Rantan (YM) dan Henrikus-Boyman Harun (Hen-Boy)
untuk bertarung ulang pada putaran kedua.
Tingkat antusiasme masyarakat Ketapang menyambut pemilukada 2010 putaran
pertama terbilang sangat tinggi disbanding Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya.
Data KPUD menunjukan tingkat partisipasi pemilih pada pilres 2009 hanya
mencapai 71,81%, sedang partisipasi pemilih saat pemilukada
2010 72,68%. Pada pemilukada putaran kedua, tingkat keikutsertaan pemilih
mengalami penurunan menjadi 66,77% atau berkurang 5,91%.
Pemilukada tahap kedua yang digelar pada 5 Juli 2010 merupakan
pertarungan final antara Yasyir Ansyari-Martin Rantan dengan Henrikus-Boyman
Harun. Hasil akhir menunjukan bahwa masyarakat Ketapang lebih memilih pasangan
Henrikus dan Boyman Harun untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten
Ketapang periode 2010-2015. Pasangan Hen-Boy unggul di empat belas kecamatan
dengan jumlah suara dukungan 116.07 (55,24%). Sedangkan pasangan YM hanya
unggul enam kecamatan atau hanya memperoleh 94.05 suara (44,76%).
Sejatinya pemilukada putaran kedua merupakan pertarungan gengsi antara
dua partai besar di Kalimantan Barat (Kal-Bar) yaitu partai Golkar dan PDIP.
Golkar menang di Kabupaten Ketapang sedangkan PDIP menguasai suara rakyat
lingkup Kal-Bar. Selain itu, banyak pihak menganggap pertarungan antara YM dan
Hen-Boy menggambarkan peta kekuatan popularitas antara dua ketua DPD partai
besar Morkes Effendi dan Cornelis yang sama-sama berpeluang menjadi calon
gubernur Kal-Bar 2013-2018.
Pertarungan efektivitas koalisi tambahan pun mewarnai pemilukada putaran
kedua. Untuk menambah kekuatan, kedua pasangan menambah partai pengusung yang
diambil dari dua pasangan yang tidak lolos. Hen-Boy berkoalisi dengan pasangan
independen dan Partai Persatuan Daerah (PPD). Sedangkan YM merangkul partai
Hanura pengusung pasangan Mecer-Jamhuri.
YM dan koalisi tambahannya menawarkan berbagai program kerja unggulan
seperti penyediaan 10.000 lapangan pekerjaan dan pendidikan/kesahatan gratis.
Hen-Boy sendiri menyusun program baru yaitu program kerja 100 hari; penghapusan
metting di setiap ruas jalan dan penyelesaian kasus perkebunan kelapa
sawit PT Benua Indah Group (BIG). Hasil akhir menunjukan bahwa masyarakat lebih
tertarik pada program kerja yang bersifat riil
dan dapat menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ketertarikan pemilih
terhadap program 100 hari kerja Hen-Boy adalah sebuah kewajaran mengingat
kondisi yang paling menonjol di lapangan adalah rusaknya jalan-jalan menuju ke
daerah pedalaman serta terkatung-katungnya nasib para petani perkebunan kelapa
sawit PT BIG yang terancam bangkrut akibat krisis keuangan global.
Henrikus dan Boyman Harun resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati
Kabupaten Ketapang periode 2010-2015 oleh Gubernur Kal-Bar Drs. Cornelis, MH.
pada tanggal 30 Agustus 2010. (Darwis Alfonsus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar