Senin, 30 Agustus 2010


Henrikus Bupati Pilihan Rakyat Ketapang


Sejarah baru terukir dalam dunia perpolitikan di Kabupaten Ketapang tercipta. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung tahun 2010 harus melalui proses yang sangat panjang yaitu dilakukan dua kali putaran. Pesta demokrasi di “Negeri Bertuah” secara umum berlangsung dengan aman, damai dan demokratis. Meski terjadi riak-riak konflik, namun masih dalam batas-batas kewajaran dalam proses berdemokrasi.
Pemilukada putaran pertama (29 Mei 2010) diikuti empat pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati yang bersaing ketat meraih simpati rakyat yaitu pasangan (1) Yasyir Ansyari-Martin Rantan, (2) Henrikus-Boyman Harun, (3) Mecer-Jamhuri Amir, dan (4) Ismet Siswadi-Suhermansyah. Masing-masing pasangan memperoleh suara (1) 65.607 (29,87%), (2) 58.656 (26,70%), (3) 44.753 (20,38%), (4) 50.621 (23,05%). Persentase perolehan suara yang tidak mencapai 30% plus satu mengharuskan KPUD Ketapang untuk menetapkan dua pasangan yang memiliki suara tertinggi yaitu pasangan Yasyir Ansyari-Martin Rantan (YM) dan Henrikus-Boyman Harun (Hen-Boy) untuk bertarung ulang pada putaran kedua.
Tingkat antusiasme masyarakat Ketapang menyambut pemilukada 2010 putaran pertama terbilang sangat tinggi disbanding Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya. Data KPUD menunjukan tingkat partisipasi pemilih pada pilres 2009 hanya mencapai 71,81%, sedang  partisipasi pemilih saat pemilukada 2010 72,68%. Pada pemilukada putaran kedua, tingkat keikutsertaan pemilih mengalami penurunan menjadi 66,77% atau berkurang 5,91%.
Pemilukada tahap kedua yang digelar pada 5 Juli 2010 merupakan pertarungan final antara Yasyir Ansyari-Martin Rantan dengan Henrikus-Boyman Harun. Hasil akhir menunjukan bahwa masyarakat Ketapang lebih memilih pasangan Henrikus dan Boyman Harun untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ketapang periode 2010-2015. Pasangan Hen-Boy unggul di empat belas kecamatan dengan jumlah suara dukungan 116.07 (55,24%). Sedangkan pasangan YM hanya unggul enam kecamatan atau hanya memperoleh 94.05 suara (44,76%).
Sejatinya pemilukada putaran kedua merupakan pertarungan gengsi antara dua partai besar di Kalimantan Barat (Kal-Bar) yaitu partai Golkar dan PDIP. Golkar menang di Kabupaten Ketapang sedangkan PDIP menguasai suara rakyat lingkup Kal-Bar. Selain itu, banyak pihak menganggap pertarungan antara YM dan Hen-Boy menggambarkan peta kekuatan popularitas antara dua ketua DPD partai besar Morkes Effendi dan Cornelis yang sama-sama berpeluang menjadi calon gubernur Kal-Bar 2013-2018.
Pertarungan efektivitas koalisi tambahan pun mewarnai pemilukada putaran kedua. Untuk menambah kekuatan, kedua pasangan menambah partai pengusung yang diambil dari dua pasangan yang tidak lolos. Hen-Boy berkoalisi dengan pasangan independen dan Partai Persatuan Daerah (PPD). Sedangkan YM merangkul partai Hanura pengusung pasangan Mecer-Jamhuri.
YM dan koalisi tambahannya menawarkan berbagai program kerja unggulan seperti penyediaan 10.000 lapangan pekerjaan dan pendidikan/kesahatan gratis. Hen-Boy sendiri menyusun program baru yaitu program kerja 100 hari; penghapusan metting di setiap ruas jalan dan penyelesaian kasus perkebunan kelapa sawit PT Benua Indah Group (BIG). Hasil akhir menunjukan bahwa masyarakat lebih tertarik pada program kerja yang bersifat riil dan dapat menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ketertarikan pemilih terhadap program 100 hari kerja Hen-Boy adalah sebuah kewajaran mengingat kondisi yang paling menonjol di lapangan adalah rusaknya jalan-jalan menuju ke daerah pedalaman serta terkatung-katungnya nasib para petani perkebunan kelapa sawit PT BIG yang terancam bangkrut akibat krisis keuangan global.
Henrikus dan Boyman Harun resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ketapang periode 2010-2015 oleh Gubernur Kal-Bar Drs. Cornelis, MH. pada tanggal 30 Agustus 2010. (Darwis Alfonsus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Putri Kedua, Maria Atira