Jumat, 10 Agustus 2012

Bedayong Sukses jadi Tuan Rumah PSBDK IX


Pada tanggal 20 sampai 22 Oktober 2011 bertempat di gedung Taman Budaya Yogyakarta, Forum Bujang Dare Kayong mengadakan perhelatan akbar Pesta Seni dan Budaya Dayak Se-Kalimantan ke-IX dengan tajuk “Kontinuitas Keberagaman Budaya Dayak dalam Cerminan Budaya Nusantara”. Tajuk ini menegaskan kembali kepada khalayak luas bahwa kebudayaan suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan sangatlah beragam. Melalui PSBDK IX mahasiswa Dayak yang menempuh studi di Yogyakarta dan masyarakat luas mampu menumbuhkan nilai-nilai saling menghargai, mengenal dan menghormati setiap perbedaan.
Tahun 2011 merupakan penyelenggaraan yang kesembilan. Awalnya acara ini hanya sebagai wadah untuk mengisi kerinduan dan pelestarian budaya dayak bagi pelajar dan mahasiswa Kalimantan yang sedang menempuh studi di Yogyakarta. Namun lama kelamaan melihat antusias yang tinggi dari komunitas pengamat budaya dan masyarakat khususnya yang ada di Yogyakarta tujuan tersebut bergeser menjadi ajang memperkenalkan dan mempromosikan budaya Dayak kepada masyarakat luas bahkan bagi turis manca negara.
Rangkaian kegiatan PSBDK IX yang berlangsung tiga hari berturut-turut antara lain: lomba menulis esai antar mahasiswa dengan tema “Keunikan Budaya Dayak di Mata Generasi Muda”, ritual adat pembukaan, pameran seni dan kerajinan tradisional, seminar budaya, malam kesenian, festival vokal grup lagu Dayak, festival tarian kreasi Dayak, workshop tatto, lomba permainan rakyat serta malam pentas seni nusantara.
Acara pembukaan dihadiri oleh beberapa tamu undangan antara lain Bupati Ketapang yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Ketapang Drs. Sungkalang,  Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Drs. Kartius, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir Abdullah, Wakil Bupati Melawi, Kapolda DIY, anggota DPRD Ketapang, beberapa Kepala Dinas Pemerintahan Kabupaten Ketapang serta tamu undangan lainnya. PSBDK IX resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Ketapang dan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat dengan memukul gong sebanyak tujuh kali. Bupati Ketapang Drs. Henrikus, M.Si berhalangan hadir disebabkan adanya kegiatan dinas di Jakarta.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat menyatakan kebanggaan dan apresiasinya kepada para pelajar dan orang-orang Kalimantan yang merantau dan menuntut ilmu di DIY tidak melupakan adat istiadat dari tanah kelahirannya.
"Saya salut generasi muda asal Kalimantan ini masih peduli dengan pelestarian adat istiadat kampung halamannya terlebih mereka justru membantu memperkenalkan dan mempromosikan budaya Dayak kepada masyarakat luas bahkan bagi turis mancanegara di Kota Yogyakarta yang dikenal dengan Kota Seni dan Budaya ini," ujar Kartius.
Kartius mengungkapkan perhelatan yang mempunyai tajuk "Kontinuitas Keberagaman Budaya Dayak dalam Cerminan Budaya Nusantara" ini diharapkan dapat memicu dan memperkuat kegotong royongan dan kebersamaan yang menjadi tradisi dalam Rumah Panjang ditumbuhkan kembali oleh pelajar dan mahasiswa Dayak yang sedang belajar di DIY.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir Abdullah yang mengatakan kegiatan ini merupakan wujud dari multikultur yang dapat hidup berdampingan satu sama lain di DIY. Hal ini merupakan bukti nyata DIY memang istimewa yang dapat menerima semua keberagaman dan perbedaan menjadi satu dan hidup dalam kerukunan.
"Acara seperti ini perlu diikuti oleh mahasiswa dari provinsi-provisi lain untuk menampilkan dan memperkenalkan potensi dan pariwisatanya masing-masing. Hal ini untuk mendukung sekaligus memperkenalkan kekayaan nusantara", pungkasnya.
Sementara Bupati Ketapang dalam sambutannya menghimbau kepada generasi muda Dayak untuk terus menggali dan mempromosi budaya Dayak yang sangat beragam. Pengalaman mahasiswa di Kota Sultan diharapkan bisa untuk diterapkan di Kabupaten Ketapang setelah lulus. Pemerintah Ketapang tetap berkomitmen untuk mendukung usaha mahasiswa dalam berbagai kegiatan budaya.
Suasana pengunjung saat PSBDK yang kesembilan ini sangat mengagumkan, terbukti antusias pengunjung melihat serta aktif bertanya di stand-tand kebudayaan Dayak yang sangat unik. Dan mereka mengagumi setiap yang pernak pernik seperti kaos yang mencirikan kebudayaan dayak, bingkai bermotif, patung kayu, topi yang terbuat dari rotan dan ditambah dengan pernak pernik unik dari bulu burung enggang. Stand pameran diikuti oleh 22 forum mahasiswa Dayak di Yogyakarta.
Jumlah pengunjung yang mayoritas dari kalangan pelajar dan mahasiswa Dayak di Yogyakarta semakin meningkat pada saat pegelaran festival tari kreasi yang dilaksanakan pada malam kedua. Menurut Sekretaris Panitia Emannuel Edi, jumlah tiket yang terjual pada malam kedua berkisar 1000 tiket. Tidak hanya itu, pada acara workshop tattoo dan seminar budaya jumlah peserta meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Selain mengangkat nama Dayak yang mendiami Bumi Borneo, PSBDK IX juga memperkenalkan keberagaman sub-suku Dayak yang ada di Kabupaten Ketapang. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan icon-icon budaya Dayak di Kabupaten Ketapang dalam setiap acara. Selain dukun dan pemusik ritual adat pembukaan dan penutupan yang didatangkan dari Dayak Pesaguan, panitia menggunakan yang lain diantaranya bahan untuk lomba permainan rakyat menganyam tikar dan pangka gasing dari Dayak Simpangk, icon jurongk di media publikasi (lumbung padi) serta lagu pilihan lomba vocal grup Dendang Sayang ciptaan alm. Donatus Palung dari Dayak Laor. Dayak Jokak dengan lagu Pancang Pincit sebagai lagu wajib lomba vocal grup.  
PSBDK IX ditutup dengan ritual "Kamoh Suntong Gayi Jadi" dari Dayak Pesaguan yang diadakan di halaman depan Taman Budaya Yogyakarta. Perhelatan ini resmi ditutup oleh Hendrikus Jahilin, selaku sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang. Upacara penutupan PSBDK IX dihadiri oleh ribuan mahasiswa Dayak, pengunjung dan masyarakat umum di Yogyakarta.
Dalam penutupan ini pula, Bupati Ketapang diwakilkan oleh Hendrikus Jahilin memberikan sambutan. Sambutan tersebut berisi ucapan terima kasih dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, atas nama tuan rumah, kepada mahasiswa dan masyarakat Dayak yang ada di Yogyakarta untuk partisipasinya dalam acara ini.
Acara yang merupakan hasil kreasi mahasiswa Dayak sebagai ajang gali potensi dan kreasi ini ditutup dengan upacara adat yaitu menari mengelilingi tempat untuk menaruh sesaji (pandongk) dan juga pemberian tuak kepada seluruh pengunjung yang hadir pada penutupan acara ini. Sebanyak 500 gelas tuak disiapkan untuk acara ini. Pemberian tuak ini sebagai simbol kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Dayak.
Menurut Hendrikus Jahilin, beliau merasa puas dengan acara ini dikarenakan semua lapisan, dari tuan rumah, pemerintahan, masyarakat semua ikut ambil bagian untuk mensukseskan acara ini. “Semoga Tahun depan, perhelatan acara seperti ini dapat tetap ada, dan semua lapisan masyarakat dan pemerintahan tetap ikut berpartisipasi”ungkap Hendrikus Jahilin.
Sedangkan Ketua Panitia Darwis Alfonsus mengakui pelaksanaan PSBDK IX berjalan dengan lancar dan sukses. Kesuksesan itu dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu keterlibatan penuh dari forum-forum mahasiswa Dayak di pulau Jawa, jumlah pengunjung yang  meningkat, keberhasilan mengangkat nama Dayak dan Kabupaten Ketapang dalam skala nasional serta pesan yang disampaikan melalui tema PSBDK IX dapat diketahui oleh masyarakat luas. Terakhir, Darwis berharap agar PSBDK X tahun 2012 dapat berjalan sukses dan lebih baik lagi. PSBDK X akan dilaksanakan oleh Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (Darwis Alfonsus).

Pelombaan dan Pemenang dalam PSBDK IX
Add caption


No

Perlombaan

Peserta
Juara
I
II
III
1
Lomba Menulis Esai
29
Willibrodus Himang dan Cornel Dimas
Dendi Tri Suarno
Alberto Deo Prawira

2


Festival Vokal Grup


14
Perkumpulan Keluarga Kalimantan Salatiga
Forum Mahasiswa Kab. Landak
Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Tengah

3

Festival Tari Kreasi

11
Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau
Forum Mahasiswa Kab. Landak
Forum Bujang Dare Kayong- Kab. Ketapang

Penata Tari Terbaik
AR. Yandi Ogam (Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau)
Penata Busana Terbaik
Carolina Jeniwati (Bedayong-Ketapang)
Penata Musik Terbaik
Reza Sukamdani (Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau)
4
Stand Pameran Terbaik
22
Forum Pelajar Mahasiswa Kab. Bengkayang


5
Menyumpit
Putra



Putri


Forum Mahasiswa Kab. Landak

-------------------------
Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur

Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau

-------------------------
Ikatan Pelajar Mahasiswa Dayak Kenyah

Ikatan Mahasiswa Murung Raya

-------------------------
Forum Pelajar Mahasiswa Kab. Bengkayang

6

Menganyam Tikar

8
Ikatan Keluarga Besar Kab. Sanggau

Perkumpulan Keluarga Kalimantan Salatiga
Ikatan Pelajar Mahasiswa Dayak Kenyah

7

Menampi Beras

15
Ikatan Pelajar Mahasiswa Dayak Kutai Barat
Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Tengah
Forum Komunikasi Mahasiswa Pelajar Melawi

8

Pangka’ Gasing

32
Forum Peduli Kalimantan Barat, Kalasan
Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur
Forum Pelajar Mahasiswa Kab. Bengkayang







JUARA UMUM

Ikatan Keluarga Besar Kabupaten Sanggau


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Putri Kedua, Maria Atira